Kyrie eleison, berarti Tuhan kasihanilah kami. Seruan ini sudah digunakan sejak masa awal Gereja. Gereja Barat yang berbahasa Latin tetap mempertahankan bahasa aslinya yakni bahasa Yunani, sebagai tanda persatuan iman Gereja Barat dengan Gereja Timur. Kyrie eleison sudah digunakan dalam perayaan Ekaristi paling tidak sejak masa Paus Santo Gregorius Agung sekitar abad ke-6.

Saat ini kita mengenal seruan Tuhan kasihanilah kami yang biasa dibawakan pada awal Ritus Pembuka dalam sebuah perayaan. Bentuk yang kita kenal sekarang ini adalah dua kali seruan Tuhan kasihanilah kami, dua kali Kristus kasihanilah kami, dan ditutup dengan dua kali Tuhan kasihanilah kami. Umumnya seruan pertama Tuhan kasihanilah kami dinyanyikan oleh solis atau paduan suara, lalu diulang oleh seluruh umat.

Dahulu setiap seruan didaraskan atau dinyanyikan tiga kali, tidak dua kali seperti sekarang. Sehingga total terdapat 9 doa, yakni tiga kali Tuhan kasihanilah kami, tiga kali Kristus kasihanilah kami, dan tiga kali Tuhan kasihanilah kami. Tuhan kasihanilah kami pertama ditujukan kepada Allah Bapa. Kristus kasihanilah kami ditujukan kepada Allah Putra. Dan Tuhan kasihanilah kami terakhir ditujukan kepada Allah Roh Kudus.

Seruan “Kasihanilah kami” disebutkan beberapa kali dalam Kitab Suci Perjanjian Baru. Dua orang buta mengikuti Yesus sambil berseru, “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” (Mat 9:27, Mrk 10:47) Dengan seruan itu, Yesus bersedia untuk menyembuhkan mata mereka. Demikian juga seruan “Yesus, Guru, kasihanilah kami.” diucapkan oleh sepuluh orang kusta yang kemudian disembuhkan oleh Yesus. Yesus sendiri menyebutkan dalam salah satu perumpamaan mengenai pemungut cukai yang menyesali dosanya dan berkata, “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.” (Luk 18:13).

Dalam perayaan Ekaristi, seruan Tuhan Kasihanilah kami dapat digantikan dengan pemercikan air suci sebagai peringatan akan pembaptisan, yang memiliki ciri pertobatan. Dengan pembaptisan, kita telah memperoleh hidup baru dan dosa-dosa kita pun dihapuskan. Dengan mengingat pembaptisan, diharapkan kita mampu untuk mengubah cara hidup yang lama dan memiliki hidup baru dalam Tuhan.

Demikianlah di awal perayaan Ekaristi, kita semua mengakui kelemahan dan kedosaan kita di hadapan Allah demi keselamatan jiwa kita, dan dengan demikian semoga dipantaskan untuk menyambut Allah sendiri dalam rupa roti Ekaristi.

Sumber:
1. Catholic Encyclopedia
2. Tata Perayaan Ekaristi, 2020

@onggo.lukito

Katekese singkat tentang Kyrie Eleison / Tuhan Kasihanilah Kami. Sumber: 1. Catholic Encyclopedia 2. Tata Perayaan Ekaristi, 2020 #liturgi liturgikatolik #gerejakatolik #katakesekatolik #katekeseliturgi

♬ original sound – Onggo Lukito – Onggo Lukito