Dialog antara seorang imam yang mengucapkan atau menyanyikan, “Tuhan bersamamu”, yang dijawab oleh umat, “dan bersama rohmu”, muncul beberapa kali dalam sebuah perayaan Ekaristi.

Seruan “Tuhan bersamamu” adalah terjemahan harafiah dari teks Tata Perayaan Ekaristi dalam bahasa Latin, yakni “Dominus vobiscum.”. Sedangkan jawaban umat, “dan bersama rohmu”, adalah terjemahan harafiah dari “Et cum spiritu tuo.” Terjemahan teks Tata Perayaan Ekaristi secara harafiah dianjurkan oleh Takhta Suci khususnya bila menyangkut bagian misa yang sudah ada sejak masa awal Gereja.

Dan memang, seruan “Dan bersama rohmu” sudah dilakukan sejak masa Gereja Perdana, dan bahkan tercatat pula dalam Kitab Suci Perjanjian Baru. Rasul Paulus dalam penutup suratnya yang kedua kepada Timotius, menulis “Dominus Jesus Christus cum spiritu tuo” yang berarti, “Tuhan Yesus Kristus bersama rohmu.” (2Tim 4:22). Seruan ini juga dituliskan pada penutup suratnya kepada umat di Galatia, “Gratia Domini nostri Jesu Christi cum spiritu vestro, fratres” yang berarti “Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus bersama rohmu, saudara-saudara.” (Gal 6:18). Demikian dituliskannya kembali dalam penutup suratnya kepada umat di Fillipi (Fil 4:23).

Dalam tradisi liturgi Gereja, dialog ini hanya dikhususkan untuk kaum tertahbis saja, sehingga tidak dapat dilakukan oleh pemimpin awam ketika memimpin suatu ibadat. Tradisi ini sudah dilakukan baik dalam Gereja Barat maupun Gereja Timur, sebagaimana yang tercatat dalam dokumen Traditio Apostolica (Tradisi Apostolik) yang ditulis oleh Santo Hippolitus dalam bahasa Yunani sekitar tahun 215.

Roh yang dimaksud pada jawaban umat ini merujuk pada Roh Allah yang ada dalam diri seorang tertahbis berkat sakramen tahbisan yang sudah diterimanya. Kehadiran Roh ini berhubungan dengan aktivitas yang memampukan para imam untuk mengerjakan karya Allah, seperti mengajar, bernubuat, bertindak atau mengusir setan. Kehadiran Roh Allah ini dapat ditemukan dalam nubuat Nabi Yesaya, “Roh Tuhan Allah ada padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi aku.” (Yes 61:1).

Demikian, apabila dialog “Tuhan bersamamu – dan bersama rohmu” muncul beberapa kali dalam perayaan Ekaristi, ini berhubungan dengan tugas pemimpin perayaan dalam kaitan dengan Sakramen Tahbisan yang diterimanya. Dengan jawaban “Dan bersama rohmu,” umat beriman mengingatkan kaum tertahbis akan tugas pokok pelayanannya.

Pada awal perayaan Ekaristi, dapat dikaitkan dengan tugasnya untuk merayakan perjamuan Tuhan, yang menjadi tugas utamanya, di mana tidak mungkin ada perayaan Ekaristi tanpa dipimpin oleh seorang imam. Dialog berikutnya dilakukan kembali sebelum pemakluman Injil, untuk mengingatkan tugasnya mewartakan Kabar Gembira melalui Sabda Allah maupun homili yang menjelaskannya.

Kemudian dialog dilakukan kembali sebelum Doa Syukur Agung untuk mengingatkannya lagi tentang kuasa yang diberikan kepadanya, dengan tangannya yang sudah dikuduskan, untuk mengubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Setelah Doa Damai, dialog dilakukan kembali untuk mengingatkan tugasnya menjadi pembawa damai dengan menghadirkan kerajaan Allah di tengah dunia. Dan terakhir sebelum berkat penutup, sebagaimana Yesus sendiri mengutus murid-murid-Nya, seorang imam juga memberkati dan mengutus umat beriman untuk mewartakan Injil di tengah dunia.

Sumber:
1. Tata Perayaan Ekaristi, 2020
2. Liturgiam Authenticam, 2001
3. Romo Albertus Purnomo OFM “Makna di Balik Jawaban: ‘Dan Bersama Rohmu'”, www.hidupkatolik.com

 

 

@onggo.lukito

Katekese singkat tentang dialog “Tuhan bersamamu – dan bersama rohmu” Sumber: 1. Tata Perayaan Ekaristi, 2020 2. Liturgiam Authenticam, 2001 3. Romo Albertus Purnomo OFM “Makna di Balik Jawaban: ‘Dan Bersama Rohmu'”, www.hidupkatolik.com #katakesekatolik #katekeseliturgi #liturgikatolik #gerejakatolik

♬ original sound – Onggo Lukito – Onggo Lukito