Di setiap perayaan Liturgi Gereja Katolik umumnya selalu terdapat Doa Pembuka. Dalam Tata Perayaan Ekaristi terbaru, tidak lagi menggunakan istilah Doa Pembuka, melainkan Doa Kolekta. Kata Kolekta sendiri merupakan terjemahan dari bahasa Latin Collecta.

Berbeda dengan istilah kolekte yang sudah lazim diketahui untuk mengumpulkan uang pada saat ritus persiapan persembahan, istilah kolekta agak sedikit berbeda. Maknanya tetap sama yakni mengumpulkan. Bedanya, pada Doa Kolekta yang dikumpulkan adalah doa-doa pribadi dari seluruh umat yang hadir.

Pengumpulan doa-doa pribadi dari setiap orang yang hadir ini terjadi pada awal doa Kolekta. Setelah ajakan “Marilah kita berdoa”, pemimpin perayaan harus menyediakan saat hening sejenak agar seluruh umat dapat berdoa dalam hati dan menyampaikan intensi pribadinya. Setelah saat hening itu, semua intensi pribadi seluruh umat disatukan oleh pemimpin perayaan dalam doa kepada Allah atas nama seluruh umat. Doa Kolekta ditutup dengan jawaban singkat, Amin.

Dengan demikian penggunaan istilah doa Kolekta menjadi lebih tepat dibandingkan dengan Doa Pembuka. Doa Kolekta bukan hanya menjadi doa resmi pertama yang terjadi pada saat Misa, tapi lebih dari itu, untuk menyatukan seluruh umat secara batiniah dalam satu doa. Doa Kolekta tidak hanya menjadi puncak dan mengakhiri Ritus Pembuka, tapi juga mengantar seluruh umat untuk masuk ke dalam Liturgi Sabda, di mana Allah sendiri yang akan bersabda kepada umat-Nya.

Doa Kolekta adalah salah satu doa presidensial, artinya doa pemimpin, yang hanya boleh disampaikan oleh pemimpin perayaan sendiri atas nama seluruh umat.

Sumber:
1. Tata Perayaan Ekaristi, 2020
2. Catholic Encyclopedia

@onggo.lukito

Katekese singkat tentang Doa Kolekta. Sumber: 1. Tata Perayaan Ekaristi, 2020 2. Catholic Encyclopedia #liturgikatolik #katakesekatolik #gerejakatolik #doakolekta #kolekta #katekeseliturgi

♬ original sound – Onggo Lukito – Onggo Lukito