“Sebab itu, bersama para Malaikat dan semua orang kudus kami memaklumkan kemuliaan-Mu dengan tak henti-hentinya berseru.” Kalimat ini tentu tidak asing lagi bagi kita umat katolik. Kalimat seperti itu, atau yang mirip seperti itu, selalu kita dengarkan setiap kali perayaan Ekaristi, pada bagian prefasi, sebelum nyanyian Kudus / Sanctus. Bagian prefasi dan nyanyian Kudus adalah bagian yang saling terkait dan tidak terpisahkan, sehingga perlu memahami keduanya.

Prefasi secara sederhana berisi tentang ucapan syukur berikut dengan alasan-alasannya. Secara umum prefasi terdiri dari empat bagian: bagian pertama adalah dialog antara imam dengan umat. Bagian kedua menyambung jawaban umat sebelumnya “Sudah layak dan sepantasnya” dengan kalimat “Sungguh pantas dan benar, layak dan menyelamatkan, bahwa kami selalu dan di mana pun bersyukur kepada-Mu, Tuhan, Bapa yang kudus, Allah yang Mahakuasa dan Kekal.” Maka dapat dikatakan bagian kedua ini berbicara tentang pujian dan syukur kepada Allah.

Bagian ketiga mengatakan alasan untuk bersyukur, yakni memaklumkan kebaikan-kebaikan Bapa bagi umat manusia, melalui pengantaraan Yesus, Putra-Nya. Misalnya pada prefasi Natal dikatakan, “Dia, yang dari diri-Nya sendiri tidak kelihatan, menjadi kelihatan sebagai manusia seperti kami.” Demikian juga pada prefasi Paskah dikatakan, “Dialah Anak Domba Sejati yang menghapus dosa dunia. Dengan wafat, Dia menghancurkan kematian; dan dengan bangkit, Dia memulihkan kehidupan.” Atau pada prefasi Tanah Air, “Engkau membebaskan umat pilihan-Mu dari penindasan dan penjajahan untuk hidup merdeka di tanah yang Engkau janjikan.”

Bagian keempat merupakan pengantar untuk melambungkan pujian bagi-Nya lewat nyanyian Kudus / Sanctus. Bagian keempat ini sungguh menarik karena berkata tentang surga. Kata-kata yang kuat ini menggemakan kembali apa yang diajarkan Gereja sepanjang masa tentang perayaan Ekaristi, dimana dengan merayakan Ekaristi di dunia ini kita ikut “mencicipi Liturgi Sorgawi, yang dirayakan di kota suci Yerusalem, tujuan peziarahan kita” (Konstitusi tentang Liturgi Suci artikel 8). Lagipula, apa yang dinyanyikan kemudian sungguh-sungguh dinyanyikan di surga seperti apa yang dilihat oleh nabi Yesaya (Yes 6:3) dan dinyatakan dalam kitab Wahyu (Why 4:8).

Nyanyian Sanctus sendiri, yang kita kenal sekarang, terdiri dari dua bagian, yakni Sanctus dan Benedictus. Kedua bagian ini ditutup dengan seruan “Hosanna in excelsis” atau menurut terjemahan resmi, “Terpujilah Engkau di surga.” Bagian pertama: “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, Allah segala kuasa. Surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu.” Kalimat ini memang nyanyian surgawi (lihat Yes 6:3 dan Why 4:8).

Bagian kedua: “Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan.” Kalimat ini diambil dari saat ketika Yesus memasuki Yerusalem dimana Ia disambut dengan meriah penduduk kota itu (lihat Mat 21:9, Mrk 11:9, Luk 19:38, Yoh 12:13). Orang-orang Yerusalem menyerukan kembali apa yang sudah dikatakan dalam kitab Mazmur: “Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan!” (Mzm 118:26a). Ingat pula apa yang disabdakan oleh Yesus sendiri: “Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” (Mat 23:39, Luk 13:35).

Dengan demikian, lewat nyanyian Sanctus dalam perayaan Ekaristi, kita dan seluruh Gereja, baik yang sudah mulia di surga maupun yang masih berziarah, bergabung untuk memuji dan memuliakan Allah yang akan segera hadir dalam rupa Santapan Ekaristi yang dapat kita pandang, lihat, dan sembah. Dengan prefasi dan nyanyian Sanctus, umat beriman mengantisipasi kehadiran-Nya yang sungguh nyata ketika roti dan anggur dikonsekrasikan menjadi Tubuh dan Darah-Nya. Apa yang tadinya hanya bisa dinikmati di surga, dapat dinikmati di dunia.

Sebuah ungkapan yang indah akan misteri ini dibuat oleh St. Thomas Aquinas, dan umat pada umumnya kenal dalam lagu Panis Angelicus: “Panis angelicus fit panis hominum dat panis caelicus figuris terminum” yang berarti “Roti para malaikat menjadi roti manusia, roti surgawi telah berwujud nyata.”

Sumber:
1. Catholic Encyclopedia
2. Tata Perayaan Ekaristi, 2020

@onggo.lukito

Katekese tentang Prefasi & Sanctus. Sumber: 1. Catholic Encyclopedia 2. Tata Perayaan Ekaristi, 2020 Nyanyian latar: PANIS ANGELICUS Lagu & Tatasuara: Onggo Lukito Dinyanyikan oleh Vincent Choir #liturgikatolik #gerejakatolik #katekeseliturgi #katakesekatolik #sanctus #benedictus #sanctusbenedictus

♬ original sound – Onggo Lukito – Onggo Lukito