Misa Vigili Paskah mengawali masa Paskah selama 50 hari sampai hari raya Pentakosta. Vigili paskah dipandang sebagai ibu dari segala vigilia. Perayaan ini sangat semarak dengan begitu banyak simbol atau tanda-tanda yang bermakna dalam. Begitu pula kekayaan Kitab Suci dan ajaran Gereja Katolik disajikan dengan melimpah kepada umat beriman.

Salah satu unsur penting dalam Vigili Paskah adalah simbol cahaya atau terang yang melambangkan kebangkitan Kristus yang menerangi kegelapan dan kekelaman dunia. Maut dan dosa dikalahkan, dunia dilimpahi kasih dan keselamatan Allah.

Ritus Cahaya menjadi pembuka perayaan, yang idealnya dilakukan di luar gereja dan setelah matahari terbenam. Perayaan diawali dengan pemberkatan api yang akan disulut pada Lilin Paskah.

Sebelum Lilin Paskah dinyalakan, imam terlebih dahulu menggoreskan tanda salib pada lilin itu. Kemudian ia menggoreskan abjad Yunani, Alpha di bagian atas dan abjad Omega di bagian bawah, seraya mengucapkan: “Kristus dahulu dan sekarang; Awal dan Akhir – Alpha dan Omega” (bds, Why 1:8, 21:6, 22:13).

Di keempat sudut dari salib itu digoreskan angka tahun yang menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan atas waktu dan sejarah. Pada bagian tengah dan keempat ujung dari tanda salib itu, imam menancapkan biji-biji dupa sebagai tanda dari 5 luka-luka Yesus.

Setelah itu imam menyulut lilin paskah dengan api yang baru diberkati dengan kata-kata “Semoga cahaya Kristus, yang telah bangkit mulia, menghalau kegelapan hati dan budi.”

Setelah upacara pemberkatan api baru, dan pemberkatan dan penyalaan Lilin Paskah, menyusul perarakan masuk ke dalam gereja dengan tiga kali aklamasi “Kristus Cahaya Dunia” yang dijawab oleh umat dengan seruan “Syukur kepada Allah”. Pada aklamasi kedua, lilin-lilin misdinar dinyalakan dari nyala Lilin Paskah, dan pada aklamasi ketiga nyala Lilin Paskah diteruskan ke umat dan umatpun saling berbagi nyala api Lilin Paskah Kristus. Kemudian menyusul Exultet atau Pujian Paskah, yang merupakan pemakluman Paskah Kristus secara meriah, sekaligus menyimpulkan bagian pertama perayaan Malam Paskah, perayaan cahaya Kristus yang bangkit jaya.

Kristus sebagai terang banyak disebutkan dalam Kitab Suci Perjanjian baru, diantaranya:

  • Pada peristiwa kelahiran Yesus, “Bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit terang.” (Mat 4:16)
  • Pada peristiwa transfigurasi, “Yesus berubah rupa di depan mata mereka, wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.” (Mat 17:2)
  • Pada saat Yesus dipersembahkan di Bait Allah: Simeon berseru “… terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.” (Luk 2:32)
  • Yesus sendiri bersabda, “Akulah terang dunia, barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yoh 8:12)
  • Dan kita pun dipanggil untuk menjadi terang dunia, seperti sabda Yesus, “Kamu adalah terang dunia. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.” (Mat 5:14.16)

Setelah dibuka dengan Ritus Cahaya yang meriah, perayaan Vigili Paskah dilanjutkan dengan Liturgi Sabda. Bila dibawakan secara lengkap, terdapat tujuh bacaan dari Perjanjian Lama, dan dua bacaan dari Perjanjian Baru. Dengan pertimbangan pastoral, tujuh bacaan dari Perjanjian Lama dapat dikurangi menjadi tiga saja.

Bacaan dari Perjanjian Lama berbicara tentang sejarah keselamatan, khususnya berkaitan dengan pembaptisan, yang membawa umat Allah beralih dari kegelapan menuju terang.

  • Bacaan pertama berbicara tentang kisah penciptaan (Kej 1:1-2:2).
  • Bacaan kedua tentang kurban Abraham (Kej 22:1-18).
  • Bacaan ketiga, yang harus diwartakan pada Vigili Paskah ini, berbicara tentang kisah pembebasan bangsa Israel menyeberangi Laut Merah (Kel 14:15-15:1).
  • Bacaan keempat tentang Yerusalem baru (Yes 54:5-14).
  • Bacaan kelima berbicara tentang keselamatan yang diberikan secara cuma-cuma kepada semua orang (Yes 55:1-11).
  • Bacaan keenam tentang sumber kebijaksanaan (Bar 3:9-15.32-4:4).
  • Bacaan ketujuh tentang hati yang baru dan roh yang baru (Yeh 36:16-28).

Setelah setiap bacaan umat menanggapi dengan Mazmur Tanggapan, dan dilanjutkan dengan doa sesudah bacaan yang mengungkapkan pesan pokok dari bacaan dan mazmur tanggapan yang baru saja dimaklumkan.

Sesudah bacaan terakhir dari Perjanjian Lama bersama mazmur tanggapan dan doanya, lilin-lilin di altar dinyalakan, dan imam bersama umat menyanyikan Madah Kemuliaan dengan meriah, diiringi lonceng-lonceng. Setelah itu disambung dengan Doa Kolekta atau Doa Pembuka.

Liturgi Sabda dilanjutkan dengan pembacaan Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (Rom 6:3-11) tentang mati dan bangkit bersama Kristus berkat pembaptisan. Setelah itu dinyanyikan Alleluya Agung. Selama masa Prapaskah, Bait Pengantar Injil dinyanyikan tanpa seruan Alleluya. Sehingga pantaslah di perayaan meriah ini, seruan Alleluya dibawakan dengan agung dan meriah. Imam menyanyikan Alleluya tiga kali, setiap kali dengan nada dasar yang lebih tinggi. Setelah itu dinyanyikan 3 ayat dari mazmur 118.

Setelah Alleluya Agung, dimaklumkan Bacaan Injil yang diambil dari Injil Sinoptik sesuai tahun liturgi, dan sesudah itu imam menyampaikan homili.

Perayaan Vigili Paskah berlanjut dengan Liturgi Pembaptisan yang diawali dengan Litani Para Kudus. Karena dibawakan dalam masa Paskah, seluruh umat menyanyikan Litani Para Kudus sambil berdiri. Litani Para Kudus adalah rangkaian doa permohonan kepada Tuhan dan juga permohonan kepada Santa Perawan Maria dan orang-orang kudus yang sudah berbahagia di surga untuk mendoakan para calon baptis dan umat beriman yang akan membaharui janji baptis mereka. Selain nama-nama orang kudus yang sudah biasa dinyanyikan, dalam perayaan ini dapat ditambahkan dengan nama orang kudus pelindung gereja, wilayah dan para calon baptis.

Setelah itu perayaan dilanjutkan dengan pemberkatan air baptis, yang airnya akan digunakan dalam ritus pembaptisan pada malam itu maupun pada hari-hari sesudahnya. Pemberkatan air baptis dilakukan dengan mencelupkan Lilin Paskah ke dalam air satu atau tiga kali disertai doa permohonan agar kuasa Roh Kudus turun ke dalam air baptis tersebut. Setelahnya, bila ada calon baptis, dilakukan ritus pembaptisan.

Bila tidak ada calon baptis, perayaan dilanjutkan dengan pemberkatan air suci. Air inilah yang akan digunakan sebagai sarana sakramentali, baik untuk dipercikkan kepada umat sesudah pembaruan janji baptis, maupun yang akan dituangkan di tempat air suci dekat pintu-pintu gereja.

Menyusul pemberkatan air suci adalah Pembaruan Janji Baptis. Seluruh umat beriman memperbarui janji baptis sambil berdiri dan memegang lilin bernyala yang apinya berasal dari Lilin Paskah. Inti dari pembaruan janji baptis adalah kesediaan umat beriman menolak tipu daya setan dan mengungkapkan pernyataan iman kepada Allah Tritunggal dan Gereja Kudus-Nya. Setelah itu imam berkeliling untuk memerciki umat dengan air suci. Liturgi Pembaptisan ditutup dengan Doa Umat dan perayaan Ekaristi dilanjutkan seperti biasa.

SUMBER:
1. RD. Philipus Seran
2. Missale Romanum
3. Perayaan Paskah dan Persiapannya

@onggo.lukito

Katekese singkat tentang misa Vigili Paskah / Malam Paskah. Bagian 1 tentang Ritus Cahaya. Sumber: 1. RD. Philipus Seran 2. Missale Romanum 3. Perayaan Paskah dan Persiapannya #vigilipaskah #malampaskah #harirayapaskah #paskah #liturgikatolik #gerejakatolik #pekansuci #eastervigil #holyweek #passover

♬ original sound – Onggo Lukito – Onggo Lukito

@onggo.lukito

Katekese singkat tentang misa Vigili Paskah / Malam Paskah. Bagian 2 tentang Liturgi Sabda. Sumber: 1. RD. Philipus Seran 2. Missale Romanum 3. Perayaan Paskah dan Persiapannya #malampaskah #vigilipaskah #harirayapaskah #eastervigil #eastersunday #holyweek #pekansuci #liturgikatolik #gerejakatolik

♬ original sound – Onggo Lukito – Onggo Lukito

@onggo.lukito

Katekese singkat tentang misa Vigili Paskah / Malam Paskah. Bagian 3 tentang Liturgi Pembaptisan. Sumber: 1. RD. Philipus Seran 2. Missale Romanum 3. Perayaan Paskah dan Persiapannya #eastervigil #malampaskah #vigilipaskah #harirayapaskah #eastersunday #minggupaskah #pekansuci #holyweek #liturgikatolik #gerejakatolik

♬ original sound – Onggo Lukito – Onggo Lukito